Dalam rangka menindaklanjuti laporan adanya kasus leptospirosis, tim kesehatan melaksanakan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di Desa Rancagede Pada Hari Rabu, 07 Januari 2026. Kegiatan ini dilakukan oleh petugas Puskesmas Gunung Kaler yaitu PJ Program Leptospirosis Ners H. Damanhuri, Bidan Desa Nanda Melissa, PJ Surveilans Andi Rachmatullah, A.Md, Kep, PJ Promkes Putri Lia Septiani, S.K.M. dan PJ Kesling Rini Sulistyawatii, A.Md, KL, sebagai upaya deteksi dini, pencegahan penularan, serta pengendalian penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) di masyarakat.
Penyelidikan Epidemiologi dilakukan dengan mengunjungi langsung rumah pasien serta lingkungan sekitar. Petugas melakukan wawancara kepada pasien dan keluarga terkait riwayat penyakit, aktivitas sehari-hari, serta faktor risiko yang memungkinkan terjadinya penularan leptospirosis, seperti paparan air banjir, genangan air, keberadaan tikus, dan kondisi sanitasi lingkungan. Selain itu, dilakukan pula observasi kondisi rumah dan lingkungan sekitar untuk mengidentifikasi sumber penularan.
Selain pengumpulan data, tim kesehatan juga memberikan edukasi kepada keluarga pasien dan warga sekitar mengenai leptospirosis, cara penularan, tanda dan gejala, serta langkah-langkah pencegahan. Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di area berisiko, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam, nyeri otot, atau keluhan lain yang mengarah pada leptospirosis.
Melalui kegiatan Penyelidikan Epidemiologi ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang jelas mengenai faktor risiko dan potensi penularan kasus leptospirosis di Desa Rancagede, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian secara tepat dan berkelanjutan demi melindungi kesehatan masyarakat.
*PL
Nomor: PR/002-PKM/GNK/I/2026